Pengerajin Pembuatan Lonceng Gereja terbaik

Daffiart melayani pembuatan lonceng gereja untuk masjid anda. Dengan pengalaman lebih dari 17 Tahun & pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia kami mampu membuat lonceng gereja sesuai permintaan & kebutuhan anda.

Contoh Produk Lonceng gereja Daffi Art

Harga Yang Kompetitif

Harga pembuatan yang kompetitif, namun tetap memberikan kualitas yang terbaik

Penawaran yang fleksibel

Informasi & konsultasikan budget pembuatan anda, kami akan memberikan penawaran yang terbaik

Terpercaya & Berpengalaman

Berdiri sejak tahun 2003, Daffi Art telah menangani banyak client dari dalam maupun luar negeri

Dipercaya Perusahaan Besar

Daffi Art Studio telah dipercaya banyak perusahaan besar hingga pemerintahan untuk pengerjaan banyak project tembaga & Kuningan untuk berbagai kebutuhan

Menerima Custom Desain

Menerima Custom Desain sesuai kebutuhan anda

Konsultasi Rancangan Desain

Informasikan desain rancangan anda , kami akan mengerjakan sesuai yang anda butuhkan

Tanpa Minimal Order

Menerima pesanan kerajinan kuningan & tembaga tanpa minimal order, Jumlah Berapapun kami kerjakan.

Pesan berapapun kami layani

Pesan satu buah ataupun banyak? Bisa!

Gratis Ongkos Kirim

Gratis Ongkos Kirim dalam & Luar Negeri

Gratis Ongkos Kirim

Gratis Ongkos Kirim Untuk Pengiriman Dalam & luar Negeri

Pengiriman Ke Seluruh Dunia

Kami akan mengirimkan pesanan anda kedalam maupun keluar negeri / mancanegara.

Pengiriman Barang Menggunakan Kargo

Barang akan dikirim melalui kargo darat, udara ataupun laut

Cara Pemesanan Lonceng gereja

Untuk Melakukan pemesanan pembuatan lonceng gereja di Daffi Art, Silahkan Hubungi Kami melalui salah satu Kontak disamping Ini :

Client Daffi Art Studio

Client yang mempercayakan project pembuatan tembaga & kuningan kepada kami

Kerajinan Lonceng Gereja

Lonceng merupakan benda yang dapat mengeluarkan bunyi. Lonceng ada banyak bentuk dan jenisnya. Ada lonceng untuk ibadah, pekerjaan, sekolah dan ada juga lonceng untuk bermain. Ada lonceng yang memiliki ukuran yang sangat kecil, dan adapula lonceng yang memiliki ukuran yang sangat besar. Lonceng kecil biasanya hanya digunakan sekedar sebagai mainan. Sementara lonceng besar seringkali digunakan untuk ibadah seperti yang digunakan pada gereja.

Gereja juga sangat beragam. Dalam satu komplek saja, Anda bisa menemukan dua gereja yang berbeda. Lalu, apakah kedua gereja tersebut sama-sama memiliki lonceng gereja? Mungkin saja. Jika Anda ragu, silakan tanyakan kepada orang yang beribadah ke dalam gereja.

Pengertian Lonceng Gereja

Dalam tradisi Kristen, lonceng yang dibunyikan di dalam gereja memiliki beragam tujuan seremonial. Bunyinya tidak hanya bisa didengar di dalam geraja saja, tetapi juga mampu menjangkau orang yang ada di luar gereja. Secara tradisional, lonceng gereja digunakan untuk memanggil umat ke gereja untuk pelayanan gereja. Selain itu, lonceng gereja juga biasa digunakan untuk mengumumkan waktu ibadah harian yang disebut jam kanonis.

Fungsi dari lonceng gereja juga tidak hanya itu. Selain untuk pengingat waktu ibadah dan memanggil umat untuk datang ke gereja, lonceng gereja yang berbunyi juga biasa digunakan untuk penanda baik dalam menghadiri pernikahan, pemakaman atau layanan gereja lainnya. Lonceng tidak dibunyikan pada sembarang waktu. Lonceng dibunyikan 3 kali sehari pada pukul 6 pagi, 12 siang dan 6 petang sebagai tanda ibadah. Selain itu, lonceng juga dibunyikan dalam perayaan seperti pernikahan dan pemakaman.

Jika Anda melihat Lonceng Gereja Kristen Eropa, biasanya terdapat resonator logam cor berbentuk cangkir, pelek menebal berbentuk melebar dan striker logam berputar atau disebut genta yang tergantung di pusatnya. Hal ini biasanya dipasang dengan tinggi di Menara Lonceng di atas gereja. Sehingga saat lonceng berbunyi, semua orang yang ada di sekitar gereja dapat mendengarnya. Nah, lalu lonceng berhenti di puncaknya dari poros horisontal yang kemudian dapat berayun sisi ke sisi.

Lonceng Gereja Saat Ini

Seiring berkembangnya teknologi, komunikasi dan pengetahuan, lonceng jarang digunakan tetapi bukan berarti tidak digunakan sama sekali pada gereja-gereja yang ada. Pada masa modern ini, lonceng sudah jarang digunakan, tetapi beberapa tempat masih tetap menggunakan lonceng untuk keperluan umum. Misalnya saja ada lonceng yang dipakai di beberapa sekolah untuk tanda pergantian jadwal pelajaran, masuk kelas, istirahat dan pengumuman. Selain itu, lonceng gereja juga biasa dijadikan sebagai hiasan di pohon Natal. Jadi, lonceng gereja saat ini tidak selalu berada di gereja. Di tempat lain pun ada lonceng gereja dengan fungsi dan ukuran yang berbeda-beda.

Bahan yang digunakan untuk membuat lonceng gereja saat ini juga sangat beragam. Misalnya saja pada lonceng gereja yang sering dijadikan lonceng hias pada pohon Natal. Pada pohon Natal, lonceng gereja tersebut biasanya terbuat dari kuningan. Bentuknya kecil, berwarna-warni dan imut. Selain kuningan, Anda juga bisa menjumpai lonceng gereja dengan bahan baku yang berbeda.  Ada  lonceng gereja yang terbuat dari tembaga, perunggu, kaca, plastik dan lain sebagainya.

Biasanya, produk pembuatan lonceng gereja kuningan dibuat berongga dengan bandul sebagai pemukulnya. Hal demikian ini juga berlaku pada pembuatan lonceng berbahan baku tembaga dan perunggu. Cara untuk membunyikan lonceng jenis ini adalah dengan memukulnya dengan pemukul.

Bentuk Lonceng Gereja

Bentuk lonceng dan bandul lonceng gereja sangat bervariasi. Terkadang ada yang bentuknya berbeda dengan bentuk umumnya. Ada bentuk bandul lonceng gereja yang menggantung di tengah-tengah badan lonceng. Untuk membunyikan lonceng ini cukup sederhana. Yang perlu dilakukan oleh Anda adalah dengan menggoyangkan loncengnya hingga bandul berayun memukul dinding lonceng sehingga menimbulkan bunyi bergema karena bagian rongga yang ada di dalamnya.

Lonceng gereja dibuat dengan banyak macam ukuran dan bentuk. Tentunya perbedaan bentuk dan ukuran ini akan menghasilkan bunyi yang berbeda pula. Entah itu kualitas gema atau kerasnya bunyi akan berbeda tergantung ukuran lonceng gereja yang dibuat. Semakin besar lonceng yang dibuat, maka semakin besar pula bunyi yang tercipta. Begitu pun sebalinya, semakin kecil sebuah lonceng terbentuk, maka makin kecil pula suara yang akan ditimbulkannya.

Bahan Lonceng Gereja dan Keunggulannya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pembuatan lonceng gereja sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahan baku yang digunakan untuk membuat lonceng gereja pun bermacam-macam. Ada tembaga, kuningan, perunggu, besi, stainless steel, kaca, plastik dan lain-lain. Tetapi dalam pembuatan kerajinan lonceng kerajinan yang bernilai seni tinggi, ada tiga bahan baku yang sering digunakan yaitu tembaga, kuningan dan perunggu.

Ketiga bahan baku tersebut merupakan bahan baku terbaik yang biasa digunakan. Selain itu, ketiga bahan baku tersebut merupakan bahan yang paling sering digunakan dalam setiap pembuatan prakarya atau kerajinan indah. Sehingga kualitas yang dihasilkan pun pastinya tidak mengecewakan. Dan harganya pun dijamin tidak berlebihan.

Pertama kita bahas tembaga. Tembaga adalah logam murni bukan campuran yang memiliki banyak keunggulan. Suara yang dihasilkan dari tembaga pun sangat baik untuk dijadikan lonceng gereja ukuran besar. Lonceng gereja tembaga menjadi salah satu produk yang dicari. Beberapa keunggulan yang dimiliki lonceng gereja dari tembaga adalah awet, tahan lama, anti karat dan anti korosi. Dan berkat tembaga yang memiliki ketahan terhadapa perubahan cuaca dan suhu, lonceng gereja akan sangat awet dan tahan lama. Warna yang dihasilkan dari tembaga pun alami dan menarik.

Kemudian ada kuningan. Sama halnya dengan tembaga, kuningan juga memiliki banyak keunggulan. Lonceng gereja dari kuningan memiliki keunggulan pada kualitas warna yang terlihat mewah. Warnanya pun tidak mudah terkelupas. Selain itu, lonceng gereja yang terbuat dari kuningan juga awet dan tahan lama anti karat. Jika kita bandingkan antara lonceng gereja tembaga dan kuningan, sebenarnya kualitasnya tidak terlalu jauh berbeda. Meskipun begitu, tembaga menjadi bahan yang lebih baik untuk ketahanannya.

Tembaga dan kuningan sering disandingkan dan dibandingkan. Tembaga lebih lunak sehingga mudah dibentuk. Dan kuningan memiliki tekstur yang lebih kasar. Bahan baku tembaga lebih mahal tetapi mudah dibuat ke berbagai kerajinan. Sedangkan kuningan lebih murah tetapi lebih sulit untuk diukir. Sehingga hal ini membuat kualitas kedua produk setara dan harganya pun tidak berbeda jauh.

Lalu perunggu menjadi pilihan ketiga dalam pembuatan lonceng gereja. Apa yang menjadi keunggulan perunggu untuk lonceng gereja? Sama halnya dengan jenis logam sebelumnya, perunggu memilki keunggulan yang sangat baik terhadap korosi. Dengan kata lain, perunggu memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap korosi. Warnanya pun cukup menarik. Tetapi hal yang terkadang menjadi pertimbangan banyak orang dalam pembuatan lonceng adalah perunggu memiliki tekstur yang lebih keras daripada kuningan dan tembaga. Dan berbicara soal harga lonceng gereja, hal tersebut sangat bervariasi sesuai bahan baku, ukiran, ukuran dan tujuan pembuatan.